10 Menit Bareng Jean Luc Picard

Kapten pesawat USS Enterprise legendaris ini bicara soal hidup, juga risiko dan peluang yang mesti kita ambil.
20161013-10menitbarengcaptpicard-insinyurx-aa

Bagi yang belum akrab dengan dunia Star Trek (kasihan amat!), saya mau memperkenalkan narasumber kali ini. Dia adalah kapten Starfleet, Jean Luc Picard.

Jean Luc Picard lahir di La Barre, Prancis, pada 2305. Kariernya gilang gemilang, sempat bertugas di USS Stargazer, USS Enterprise-D, dan USS Enterprise-E. Selama bertugas, Picard berhasil melakukan kontak pertama dengan 27 ras baru, termasuk Ferengi dan Borg. Kami berhasil mencuri waktu Picard untuk mengajaknya berbincang sejenak. Inilah “first contact” antara Insinyur X dengan Jean Luc Picard yang dilakukan via worm hole.

Ir.X: Apa kabar, Kapten? Senang bertemu dengan Anda. Sebelum ngobrol lebih serius, saya punya pertanyaan yang cukup mengganggu. Sejak kapan Anda botak? Atau jangan-jangan Anda tidak botak dan sengaja memilih potongan itu?

Picard: Hi! Sebetulnya sejak kecil saya berambut tebal. Tapi nggak tahu kenapa, sejak masuk ke Akademi Starfleet pada tahun 2323, saya merasa lebih nyaman dengan gaya potongan botak. Apalagi, dulu saya doyan lari marathon dan bergulat. Terus terang, kepala botak membuat saya menjadi lebih ‘licin’, jadi memudahkan saat menghindar dari kuncian lawan. Saya ingat pernah mengangkat seseorang dari ras Ligonian dan membantingnya, pada saat pertandingan baru berjalan 14 detik.

Ir.X: Oh, begitu, Oom… OK, sekarang soal pesawat. Anda ahli bermanuver dalam kecepatan warp. Bahkan sewaktu perang melawan Ferengi, Anda mengalahkan mereka dengan strategi “The Picard Maneuver”. Apa, sih, sebenarnya teknologi warp? Dan bagaimana cara kerjanya?

Picard: Di zaman kalian mungkin belum bisa, ya, karena kalian old skul. Si Einstein, kalau tidak salah, sudah pernah bikin hitung-hitungannya. Tapi sederhananya, Warp itu bepergian dengan kecepatan cahaya.

Tentu saja, ada masalah-masalah fisika yang relevan dengan zaman Anda. Misalnya, bahwa penggunaan warp memakan energi sangat banyak. Jujur saja, hidup di abad ke-24 ini bukan berarti kita memiliki energi terbarukan yang tak terbatas. Sialnya, sebuah pesawat seperti Enterprise ini butuh bahan bakar deuterium dan antideuterium yang sangat banyak, demi memaksimalkan reaktor materi/anti materi yang berada di warp core. Bingung, ya? Hmm… Kamu bisa bayangkan reaktor nuklir di zamanmu.

Terlalu sering menggunakan kecepatan warp juga akan memengaruhi tekanan dalam pesawat. Seperti layaknya instrumen elektrik dan teknologi mesin umumnya, tingkat stress yang tinggi membuat ketahanan sistem menjadi rendah. Coba saja kamu memacu gila-gilaan mobil bobrok dari tahun 50-an. Apa nggak rontok, tuh?

Ir.X: Soal komunikasi dan gaya kepemimpinan. Konon Anda tipe pemimpin yang keras? Apakah para kru jadi takut untuk berbicara apa adanya?

Picard: Biar bagaimanapun, Starfleet adalah sebuah lembaga militer. Sejak di akademi, saya terbiasa untuk menghormati pangkat dan rantai komando. Rantai komando inilah yang, di sisi lain, terkadang membuat proses komunikasi terhambat. Soal takut atau tidak, boleh nggak kalau saya meminta Anda untuk mencari tahu ke para kru? Nanti kasih tahu ke saya, ya?

Ir.X: Anda dihargai sebagai “The great model of 24th Century Starfleet captain”. Ge Er nggak?

Picard: Hahaha… Biasa saja. Ya, setiap kapten memiliki ciri khas masing-masing dalam memimpin. Anda tak bisa menyamakan gaya kepemimpinan saya dengan Kapten Kirk. Lagipula, untuk memimpin sebuah pesawat antariksa yang bepergian ke tempat di mana manusia belum pernah menginjakkan kakinya, tentu butuh gaya kepemimpinan yang tidak biasa.

Ir. X: Bagi kisi-kisinya, dong, Oom…

Picard: Bagi… bayar keleus…

Ir.X:

Picard: Hahaha, bercanda, kok. OK. Pertama, dalam berkomunikasi, bicaralah dengan bahasa yang mereka pahami. Dari pengalaman saya, komunikasi adalah masalah kesabaran dan imajinasi. Di era seperti sekarang, di mana banyak alat bisa dijadikan penerjemah, komunikasi secara intim dan personal justru lebih diperlukan. Ingatlah bahwa komunikasi bukan semata soal bahasa.

Kedua, jangan sungkan buat minta bantuan. Dulu, saya pernah terjebak dalam situasi hidup dan mati saat diserbu makhluk cybernetic, Borg. Ego saya bilang kami tidak butuh bantuan, apalagi dari ras lain. Tetapi lantas saya sadar bahwa mati konyol bukanlah hal baik. Selama masih ada kesempatan, perjuangkanlah hidup. 

Ketiga, tantang tim Anda, dan jangan pernah bermain aman. Menantang tim Anda untuk berusaha sekeras mungkin dalam menghadapi situasi sulit bakal membuatnya semakin baik dan solid. Plus, jangan abaikan kesempatan yang ada. Kapten Kirk pernah bilang, “Rebutlah waktu! Jadikan saat ini sebagai waktu yang paling berharga. Kerjakan saat ini atau kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi.” Asal kamu tahu, ya, Kirk itu jadi kapten di umur 31. Sementara saya? Umur 59.

Yang terakhir adalah soal moral dan kebijaksanaan. Seorang pemimpin sering dihadapkan pada dilema, terutama yang terkait etika. Kadang, pilihan termudah adalah dengan melanggar aturan. Saya sering dihadapkan pada pilihan itu, namun dengan moral yang kuat, saya menolak untuk melakukan hal-hal yang salah dan mencoba bersikap bijaksana dari waktu ke waktu.

Ir. X: Oom Picard cool banget, deh…

Picard: Masa, sih? Yang benar kamu…

*wawancara dengan Jean Luc Picard terhenti karena worm hole telah menutup

 

*Sumber wawancara imajiner ini adalah: Startrek.com, Forbes.com, dan Scifi.stackexchange.com

 

 

Rubrik
Ngobrol Bareng Ir.X

Artikel sejenis