#Fiction100 – Roman Gurun Pasir

----------
roman gurun pasir - #Fiction100

“Mengapa hujan tidak turun lagi?” Tanya Aira pada Gesang. Matanya memandang jauh ke langit kelabu. “Kata kakek buyutku, dulu kelabu pertanda mau hujan,” lanjutnya.

Aira beranjak dari duduk, lantas membersihkan pantatnya dari debu dan kerikil. Panas matahari telah menembus jaket dan menyengat kulitnya. Di depan, gurun menghampar sepanjang mata memandang. Sisa-sisa pencakar langit bercokol dengan ganjil di beberapa titik, tegak lurus dengan awan.

“Mengapa kau merindukan hal-hal yang tak pernah kau alami?” Tanya Gesang seraya mengengkol motornya. Kemudian mesin pun menyalak dan meraung-raung.

Aira naik ke kursi penumpang, memeluk Gesang dari belakang. “Aku penasaran saja. Katanya, bumi tidak selalu begini.”

Rubrik
#Fiction100

Artikel sejenis

  • toba-insinyurx

    #FICTION100 – Toba

    Lugardo, prajurit khusus Negara Sumatera Timur, terengah-engah menyusuri belantara Hutan Bungkuk. Ia tertinggal beberapa langkah di belakang kera-kera panik yang berlompatan di atas pohon. Gempa bumi sudah rutin berulang dalam...
  • futuristic-city-wallpaper-hd-byPatGullet

    #Fiction100 – New-Indo 2193: Terima Kasih Sudah Malas Membaca

    ≡ 2193.7.7//15:34:23 UTC+7  NSA ExtraNet Fishing//SIGAD 9847//Hello, Budi D. Search ...
  • Nina-InsinyurX-cerpen

    #Fiction100 – Nina

    Bito terbangun dengan peluh bercucuran dan napas satu-dua. Ia menoleh ke samping, Nina masih pulas tanpa busana. Ada senyum tipis di wajahnya, ada pula rona merah di pipi. Mungkin...
  • cybathlon-exo-insinyurx-cerpen

    #Fiction100 – New Delhi

    Acintya Jayanagari, perempuan Indonesia blasteran Cina-India, terbangun duduk di pinggir kasur kamar hotelnya. Pegal-linu di sekujur tubuhnya terasa luar biasa. Pikirannya linglung sampai-sampai ia hampir lupa ingatan. Beruntung, ponselnya...