Ikan Juga Bisa Bergaya

Sama seperti manusia, para ikan juga memiliki pergerakan yang khas untuk masing-masing spesies.
gaya-ikan

Sekilas tampak sama. Tetapi seperti halnya manusia, masing-masing ikan rupanya juga punya pergerakan yang khas. Kamu bisa melihatnya jika memiliki flume tank.

Sejak lama, ikan telah menjadi satu komoditi makanan utama bagi kita, manusia. Hal itu lantaran rasanya yang jangan-tanya-deh. Orang Jepang suka memakannya mentah-mentah, dan di Tanah Air, ada beragam cara untuk menikmati ikan. Di Palembang, misalnya, ikan jadi pempek. Di Jawa, ia jadi pepes. Nusa Tenggara dan Sumbawa menjadikannya sup atau ikan bakar. Dan seterusnya. Ujungnya, permintaan pasar terhadap ikan segar semakin tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para ahli perikanan telah mengembangkan berbagai taktik dan metode untuk meningkatkan jumlah hasil tangkapan. Salah satunya dengan cara mendalami gaya atau perilaku renang ikan. Alat untuk itulah yang dinamakan flume tank.

Apa sih, flume tank? Singkatnya, ini merupakan akuarium. Tetapi jelas ini bukan akuarium biasa. Di flume tank, ikan-ikan bisa merasa tetap berada di habitat aslinya. Meski sesungguhnya ada kita yang mengamati dari luar. Untuk bisa melakukan itu, flume tank mestilah memenuhi syarat berikut: dilengkapi sistem pengontrol kecepatan arus, punya sebaran kecepatan arus yang rata, tidak ada gelembung udara yang mengganggu visual, hingga ketahanan prima dari mesin pembangkit arus air. Masalahnya, pengamatan dengan metode ini perlu biaya yang tidak sedikit, khususnya untuk kebutuhan air dan listrik.

Tapi kemudian muncul ide brilian untuk membuat flume tank berukuran kecil atau mini flume tank. Selain lebih murah dari sisi biaya operasional, desain ini tentu lebih praktis dan kompak. Peneliti bisa memindah-mindahkan sesuka hati, dan pada beberapa aspek, lebih memudahkan pengamatan.

Nah, jika kamu tertarik terhadap dunia ikan dan ingin membuat mini flume tank, coba simak beberapa langkah berikut.

  1. Rancang mini flume tank dengan tipe sirkulasi air secara vertikal. Hal ini dimaksudkan agar tidak memerlukan ruang yang luas untuk penempatannya.
  2. Dimensi mini flume tank yang baik menurut Wazir Mawardi dari Dept. FPIK IPB, mempunyai ukuran P x L x T: 245 x 50 x 125 cm, dengan kapasitas volume air ±155 liter. Pada bagian atas sebaiknya terdapat jendela pengamatan yang terbuat dari bahan kaca dengan ketebalan 10 mm.
  3. Mini flume tank juga sebaiknya dilengkapi dengan observation window, meja penyangga, pembangkit arus air (dinamo dan baling-baling), pengatur kecepatan rpm mesin (inverter), air bubble eliminator, filter, cermin pemantul bidang tampak atas, dan pemerata arus.

Cek gambar di bawah untuk lebih jelasnya.

1

Di Tanah Air, mini flume tank telah diterapkan untuk mengawasi tingkah laku renang dari ikan air laut, seperti Kerapu dan ikan air tawar seperti Ikan Mas. Penerapannya diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi terkait perilaku ikan, dan menjadi dasar pertimbangan dalam penyempurnaan desain alat penangkap ikan dan metode penangkapan ikan.

 

Rubrik
Experimental

Artikel sejenis