Shalat di Luar Angkasa, Menghadap Ke Mana?

Selama kamu masih menjejak bumi, sangatlah mudah untuk menentukan arah kiblat. Tapi saat shalat di luar angkasa bagaimana?
kiblat shalat di luar angkasa-insinyur x

Ini pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab: Ketika seorang muslim sedang berada di luar angkasa, dia mesti shalat menghadap ke mana? Gampangnya, ya, menghadap kiblat. Tapi susahnya, di luar angkasa, orientasi arah bisa jadi membingungkan. Terutama di tempat-tempat yang jauh jaraknya dari bumi.

Sebagai contoh, NASA baru saja menemukan 7 ekso-planet seukuran bumi di TRAPPIST-1 System. Tahun lalu, test lab luar angkasa Tiangong-2 milik Cina berhasil mengorbit bumi. SpaceX saat ini sedang mengembangkan transportasi murah berpenumpang ke Mars yang akan diluncurkan pada 2024. Nampaknya, tidak lama lagi, perjalanan ke tempat-tempat eksotis di luar angkasa bisa menjadi mungkin.

Lantas muncullah pertanyaan yang mengganggu itu: Kalau sudah bisa dengan mudah memilih tinggal di Mars atau planet lain, bagaimana caranya kita menentukan arah kiblat ketika mau shalat?

Jawaban soal ini muncul dari negeri jiran Malaysia. Ketika astronot muslim pertama Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor berangkat ke International Space Station (ISS) pada 2007 lalu, ia mengalami kesulitan untuk mehadap kiblat karena ISS selalu bergerak mengorbit bumi dengan kecepatan 7,66 km per detik! Badan Antariksa Malaysia – Angkasa, kemudian mengadakan konferensi dengan 150 ilmuwan dan akademisi muslim untuk – salah satunya – menjawab kesulitan tersebut dengan menghasilkan dokumen berjudul “Petunjuk Melakukan Ibadah di ISS”, yang kemudian disahkan oleh Majelis Fatwa Malaysia.

Dalam dokumen tersebut, para ahli setuju bahwa untuk menentukan arah kiblat, terdapat empat skala prioritas berdasarkan kesanggupan pelaku ibadah, yaitu: Kabah, proyeksi lokasi Kabah, bumi, atau ke mana saja. Hasil konferensi ini memang jauh dari sempurna, karena memang hanya meliputi lokasi ISS saja. Jadi, seseorang yang hendak melakukan shalat mesti mengikuti prioritas tersebut. Jika masih bisa melihat Kabah, ya, menghadap ke sana. Tetapi kalau sudah tak terlihat apa-apa, yang semua kembali ke niat.

Banyak pertanyaan lain terkait ibadah di luar angkasa akan bermunculan dalam masa mendatang. Misalnya, bagaimana cara menentukan waktu shalat di Mars? Bagaimana cara menentukan hari pertama puasa di salah satu ekso-planet? Nah, soal ini, mungkin generasi kamulah yang akan menjawabnya.

Rubrik
Day Dreaming

Artikel sejenis