Ketika Robot Menguasai Dunia

Ini pertanyaan senilai satu juta dolar: Akankah eksistensi manusia terancam oleh robot ciptaannya sendiri?
20161218-ketikarobotmenguasaidunia-insinyurx-ar

Insinyur X baru-baru ini pelesir ke Jepang, tanah kelahiran Doraemon. Di satu mal di Tokyo ternyata sedang ada pameran robotika. Maka timbul lah pikiran horor tentang masa depan, ketika robot menguasai dunia.

Karena sejak dulu tertarik dengan robot – terutama robot besar seperti Gundam, saya pun akhirnya mampir untuk melihat pameran tersebut. Di dalam, saya melihat bukti nyata dari kemajuan teknologi robotika. Mengagumkan!

Berbagai jenis robot kini memang telah digunakan untuk membantu kerjaan kita, manusia. Di bidang medis, misalnya, juga di penerbangan, konstruksi, pemindaian wilayah sampai pertanian. Asimo, Maido-Kun, Q-Rio dan HRP-4C adalah nama dari beberapa robot cerdas yang tampil pada pameran itu. HRP-4C bahkan membuat saya tak bisa tidur semalaman, karena wujudnya yang seperti bintang miniseri Jepang kesayangan.

Walhasil, setelah melihat perkembangan teknologi robotika itu, kemudian timbul pertanyaan mengganggu: Apakah di masa depan peran manusia dapat digantikan dengan robot? Bagi yang terbiasa menonton film-film apokaliptik bertemakan robot, seperti Trascendence, Terminator, I Robot atau Wall-E, kamu pasti mengerti mengapa pertanyaan ini muncul.

Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, pendiri SpaceX, Elon Musk memperkirakan bahwa sebentar lagi para robot akan mengambil alih pekerjaan manusia. Kondisi itu bakal bikin sebagian populasi dunia kehilangan pekerjaan.”Nantinya, gaji tenaga kerja akan semakin rendah karena otomatisasi. Saya pikir itu yang akan terjadi,” katanya. Ngeri, ngga?

Salah satu teknologi robotika yang saat ini paling aktif menggantikan peran manusia adalah pesawat pembom tanpa awak (drone). Ada juga teknologi pesawat tanpa awak bernama Autonomous System Technology Related Airborne Evaluation and Assesment (ASTRAEA). Pilot di dalam pesawat yang disebut sebagai “The flying test bed” ini hanya melepaslandaskan dan mendaratkan pesawat. Sisanya, perjalanan sepanjang 500 mil dilakukan oleh pilot di darat yang dipandu oleh National Air Traffic Services (NATS), pengatur lalu lintas penerbangan di Inggris.

Robot terbang lain yang berhasil diciptakan adalah sebuah robot berbentuk burung (bernama Robo Raven), yang benar-benar bisa terbang dengan pergerakan layaknya seekor burung. Hasil karya dari SK Gupta dari University of Maryland, Amerika Serikat, ini bisa melakukan gerakan terbang terbalik, berputar, bahkan menyelam. Kemampuan ini dimungkinkan karena penggunaan sejenis bahan nilon berkualitas tinggi dan micro controller yang mereka ciptakan dari hasil penelitian selama delapan tahun!

Saat ini Si Robot Burung telah diaplikasikan ke dalam bidang pertanian untuk mengusir hama di ladang atau sebagai alat pemindai dan pemantau wilayah. Menariknya, karena sangat mirip dengan burung sungguhan, dalam beberapa penerbangan Robo Raven seringkali diserang oleh elang, karena dianggap sebagai musuh.

Robot Berotak

“Ke depannya, kita harus mencari tahu bagaimana mengintegrasikan dunia di masa depan dengan kecanggihan teknologi AI. Dan ini mungkin akan menjadi tantangan terberat,” tutur Elon Musk.

Elon juga berharap agar umat manusia dapat menerima kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan. Pasalnya, kecanggihan teknologi adalah sesuatu yang tidak terbendung. Apalagi dengan perkembangan sains dan teknologi yang begitu cepat. Bukanlah hal mustahil bahwa suatu saat akan tercipta robot yang mampu berinteraksi layaknya manusia.

Sangatlah mudah untuk membuat mata, telinga, atau indera buatan lain. Namun, perlu penelitian dan percobaan lanjutan untuk membuat robot bisa menyimpan memori, mengambil keputusan, dan kemudian berinteraksi. Bahasa gampangnya, robot juga perlu “otak”. Ini mirip karakter Data, robot yang mirip manusia dalam film seri Star Trek: The Next Generation.

Jadi apakah kelak robot bisa menguasai dunia? Jawabannya ada pada manusia. Sejauh mana kamu ingin robot berperan dalam hidup kita?

Disadur dari karya tulis Aries R. Prima (Engineer Weekly)

Rubrik
Day DreamingOpini

Artikel sejenis