Mesir Punya Senjata Alien

Konon, material yang ada di luar angkasa kuat luar biasa dan bertuah. Siapa sangka Mesir sudah punya.
Print

Sudah nonton The Gods of Egypt? Dalam film ini, banyak adegan pertarungan yang melibatkan senjata aneh tapi luar biasa. Siapa sangka, sejak lama Mesir punya senjata alien.

Tentunya, senjata alien yang dimiliki Mesir bukanlah senjata mitologi ataupun senjata mutakhir yang sering nongol di film-film sci-fi. Melainkan, senjata yang bahannya berasal dari material ruang angkasa. Baru-baru ini, dalam makam salah seorang raja Mesir bernama Tutankhamun, ditemukan belati yang bahan dasarnya bukan berasal dari bumi. Belati itu dibuat dari meteorit luar angkasa, berukuran sekitar 34 cm. Desainnya kece berkat gagang dari emas dan butiran kristal. Tetapi apa yang membedakannya dari belati biasa?

Satu yang pasti adalah ketahanan material, yang lantas berdampak pada kekuatannya dalam memotong. Material belati tersebut, setelah diteliti, terdiri dari kandungan besi dan nikel, dengan sedikit campuran kobal, fosfor, sulfur dan karbon. Kadar nikel yang ditemukan pada belati Raja Tut sendiri mencapai 11 persen. Itulah yang membuatnya tidak mengalami korosi, bahkan setelah terkubur ratusan tahun.

Pengolahan logam sendiri memainkan peran penting dalam lompatan evolusi peradaban manusia. Para sejarawan menyebutnya zaman besi atau era logam, karena di waktu-waktu itulah semua orang mengolah dan menggunakan tembaga, perunggu, dan besi.

Di luar kawasan Mediterania, penggunaan meteorit sebagai bahan baku perkakas ritual dan pemujaan juga ditemukan di kebudayaan yang lebih modern, seperti Inuit, peradaban Tibet (dalam karya bertajuk ‘The iron man“), Siria dan Mesopotamia. Namun, jarang yang menggunakannya sebagai senjata, apalagi dengan desain bermotif bunga lili dan pola bulu serta kepala serigala.

Pertanyaan selanjutnya adalah dari mana meteorit itu berasal? Para peneliti menuturkan dalam jurnal Meteoritics and Planetary Science, bahwa mereka telah menyisir sejumlah temuan meteorit di sekitar Laut Merah. Hasilnya, ada sekitar 20 meteorit, dan salah satunya berupa meteorit besar bernama Kharga, yang memiliki kadar nikel dan kobal yang konsisten dengan komposisi belati tersebut. Kharga sendiri ditemukan pada 2000 di dataran tinggi berbatu di Mersa Matruh, 150 mil di sebelah barat Aleksandria.

Meski asal muasalnya telah diketahui, namun proses pengolahan serta pengukirannya yang mendetail dan berkualitas tinggi masih merupakan misteri. Satu hal yang pasti, bahwa di era Raja Tut, sudah ada metode pengolahan besi yang maju. Dan orang-orang saat itu mungkin bertanya-tanya dengan kenyataan bahwa Mesir punya senjata alien.

 

Rubrik
Day Dreaming

Artikel sejenis

  • 07112016-elemenbaruditabelperiodik-insinyurx-febyelsadiora

    Elemen Baru di Tabel Periodik

    Kamu yang doyan pelajaran kimia atau fisika pasti sudah sering mendengar yang namanya Tabel Periodik. Tabel ini memuat seluruh elemen kimia yang menyusun benda-benda di sekitar kita, termasuk tubuh kamu dan… alam semesta!...
  • 09112016-rahasiakekuatanbahankevlar-insinyurx-febyelsadiora

    Rahasia Kekuatan Bahan Kevlar

    Di film-film, kamu tentu pernah melihat adegan di mana seorang polisi selamat dari terjangan peluru berkat kekuatan bahan kevlar atau rompi anti peluru. Dan sesungguhnya itu bukan cerita asal-asalan....