Lubang Hitam Raksasa di Matahari

Di matahari kita ada lubang hitam raksasa. Dari mana ia berasal, dan apa dampaknya bagi bumi kita tercinta?
Print

Lubang hitam raksasa di matahari? Wah, kalau mendengar yang kaya begini, rasanya kita ingin langsung berkhayal. Ada apa di sana? Apakah ia berbahaya, atau justru bermanfaat bagi kita untuk pergi ke dunia lain? Tapi sebetulnya sains sudah punya penjelasan soal ini. Simak baik-baik, ya…

Lubang hitam baru ini ditemukan oleh pesawat antariksa NASA Solar Dynamics Observatory (SDO). Ia berada di permukaan matahari yang dinamakan lubang korona. Dari gambar yang dihasilkan SDO, kamu bakal melihat ada dua lubang yang terdapat di kutub selatan matahari. Yang gila adalah, luas satu lubang hitam itu mencapai sepuluh persen dari luas keseluruhan permukaan matahari.

Lupakan ide untuk membandingkannya dengan lapangan bola, ya, karena sepuluh persennya matahari itu adalah sebesar 378 miliar kilometer persegi. Nanti kamu capek sendiri menghitungnya.

Lubang korona sendiri sebetulnya bukan benar-benar sebuah lubang. “Lalu, kenapa, sih, om, orang-orang pada bilang lubang?” mungkin kamu bertanya begitu. Jawabannya, ya, karena dari bumi itu kelihatan kaya lubang, bro…

Tapi yang betul adalah, daerah gelap itu merupakan wilayah korona (atmosfer matahari) yang memiliki tekanan dan suhu lebih rendah. Bagian ini juga memiliki medan magnetik lemah. Hal itu memicu anomali berupa pijaran api yang meluncur jauh ke luar angkasa – bukannya melingkar kembali ke permukaan seperti yang terlihat di wilayah lain matahari.

Lalu apa hubungannya sama bumi? Hmmm… Lubang hitam ini sebetulnya berpotensi melontarkan badai matahari ke bumi. Saat lubang korona muncul, kecepatan badai di matahari bisa meningkat hingga dua kali lipat. Pada keadaan normal saja, badai matahari mempunyai kecepatan 400 kilometer per detik. Radiasi badai matahari yang besar, secara nggak langsung, bisa mengganggu aktivitas bumi yang bergantung pada satelit. Telekomunikasi seluler dan siaran televisi, misalnya. Imbas lainnya bisa kamu lihat di kutub utara (ingat Aurora?). Aurora yang kece bukan main itu merupakan imbas dari lubang hitam di matahari.

Para astronom bilang bahwa lubang hitam raksasa di matahari sering terjadi. Dalam kondisi tenang sampai bergejolak, siklusnya 11 tahun sekali. Setelah bergejolak, ia memakan waktu sekitar lima tahun lagi untuk hilang. Pada 1973, sebuah lubang korona tercatat hanya bertahan satu tahun saja.

Rubrik
Day Dreaming

Artikel sejenis