Manusia abadi menurut Stephen Hawking

Hidup abadi adalah salah satu ambisi tertua manusia. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, apa kata Stephen Hawking soal keabadian?
stephen hawking

“Otak seperti sebuah program komputer dalam pikiran. Jadi secara teoritis sebenarnya mungkin untuk menyalin otak ke komputer dan mendukung bentuk kehidupan setelah mati,” kata Stephen Hawking seperti dikutip The Guardian.

Keabadian menurut Hawking akan membuat pikiran manusia tetap eksis walaupun tanpa tubuh biologisnya. Pikiran dan semua memori dalam otak bisa dipindahkan ke sebuah komputer dalam ‘tubuh’ yang bisa berbentuk apapun, termasuk robot yang berbentuk manusia (humanoid). “Saya pikir kehidupan setelah mati secara konvensional adalah dongeng untuk orang-orang yang takut pada kegelapan, ” tutur Hawking.

Sebuah pernyataan kontroversi dari Stephen Hawking yang sebenarnya masih di luar kapasitas manusia saat ini. Karena sebagai manusia, kita pasti akan mati, bertemu Tuhan serta berada di surga kalo kamu berbuat banyak kebajikan atau neraka jika kamu kebanyakan nonton film JAV. Nah, entah berada di kedua tempat itu, kita akan abadi selamanya. Asyik.

Keabadian itu hadir dalam bentuk digital

Keabadian menurut Hawking ternyata bisa benar-benar diciptakan. Setidaknya nanti di tahun 2045, seperti yang diungkap oleh Ryan Kurzweil, salah satu insinyur Google dalam ajang Global Futures 2045 International Congress. Ia mengatakan bahwa salah satu teknologi kunci yang mendukung keabadian digital adalah mind uploading atau pengunggahan pikiran ke komputer alias dunia digital.

Pada 2045, teknologi akan melampaui kekuatan otak dalam menciptakan hal yang super cerdas, era yang dikenal dengan istilah singularity (era dimana komputer menjadi lebih cerdas dari manusia).

Kurzweil meyakini bahwa dalam beberapa dekade mendatang, manusia akan mampu mengunggah pikiran mereka ke sebuah komputer, melampaui kebutuhan tubuh biologis. Bahkan otak-komputer atau BCIs (Brain-Machine Interfaces) akan berhasil dibuat. Implan koklea, tempat saraf koklea otak yang secara elektronik menstimulasi untuk mengembalikan indera pendengaran seseorang yang sulit mendengar merupakan pencapaian pertama BCI.

Memiliki pandangan serupa dengan Kurzweil, Martine Rothblatt, pengacara, penulis, dan wirausahawan, sekaligus CEO perusahaan bioteknologi United Therapeutics Corp juga tampil ke podium dan berpidato membahas materi berjudul “The Purpose of Biotechnology is the End of Death.”

Rothblatt memperkenalkan konsep “mindclone” – sebuah versi digital dari manusia yang dapat hidup selamanya. Ia menggambarkan bagaimana kloning pikiran dibuat dari “mindfile,” atau tempat penyimpanan kepribadian online kita, yang menurutnya telah dimiliki oleh kita pada saat ini (contoh mudah seperti akun dalam jejaring sosial Facebook).

Jadi kamu ingin menjadi abadi? Silahkan posting sebanyak mungkin di laman jejaring sosial dan jika kamu pikir itu cukup, silahkan pergi meninggalkan dunia ini dengan damai.

 

Rubrik
Brain SqueezePilihan Editor

Artikel sejenis