Sains dari Kekuatan Super Telekinesis

Fans superhero pasti sering melihat pahlawannya bisa menggerakkan benda tanpa menyentuh. Tapi mungkinkah itu dilakukan di dunia nyata?
sains dari kekuatan super telekinesis - insinyurx

Buat yang belum paham apa itu telekinesis, kamu bisa melihat apa yang dilakukan Jean Grey dalam komik atau film X-Men, atau Master Yoda dalam saga Star Wars. Sederhananya, telekinesis (atau psikosis) adalah kemampuan mengendalikan dan menggerakan benda dengan pikiran.

Nah, sesungguhnya, pembahasan soal telekinesis ini tak hanya muncul dalam komik-komik belaka, namun juga di dunia nyata. Cerita tentang kekuatan manusia yang mampu mengendalikan obyek dengan pikiran ternyata sudah ada beberapa ratus tahun yang lalu.

Pada 1800-an, banyak orang mengaku-ngaku memiliki kemampuan telekinesis. Klaim itu mereka gunakan untuk keperluan komersial, misalnya menjual jasa meramal, atau sesederhana sebagai alat pertunjukkan (sulap, misalnya). Hal tersebut kemudian menarik perhatian banyak orang, termasuk mendorong para ilmuwan untuk kemudian mempelajari orang-orang yang mengklaim bisa melakukan telekinesis.

Uji coba pun dilakukan. Hasilnya? Orang-orang tersebut berkilah bahwa mereka hanya sanggup melakukan telekinesis dalam keadaan tertentu, bukan secara konstan, konsisten dan terus-menerus. Tak puas dengan hasil tersebut, para ilmuwan membuat sayembara berhadiah uang dalam jumlah banyak bagi orang yang bisa menunjukkan kekuatan telekinesisnya. Namun hasilnya tetap saja nihil.

Tapi hasil eksperimen mereka bukanlah nihil sama sekali. Satu hal yang diketahui secara pasti oleh para ilmuwan adalah, di otak terdapat gelombang energi listrik yang bekerja. Dan kemungkinan, telekinesis terjadi lantaran adanya gelombang energi yang menggerakkan benda.

Berpijak dari temuan dan ide itu, banyak ilmuwan percaya – meski belum bisa dibuktikan – bahwa gelombang energi listrik inilah yang bisa menggerakan suatu objek. Misalnya, listrik bertransformasi menjadi medan magnet dan atau gravitasi yang mampu mendorong dan menggerakan suatu benda.

Masalah dari ide di atas adalah, para ilmuwan juga menyadari bahwa gelombang listrik pada otak manusia terlalu kecil untuk bisa melakukan hal tersebut. Bahkan, saking kecilnya, gelombang tersebut tidak bisa memancar keluar dari tempurung kepala manusia. Tapi apakah dengan demikian kita harus memupus ide tentang telekinesis sama sekali? Ini terserah kamu.

Satu hal yang menarik adalah, sebuah eksperimen di bidang kedokteran baru-baru ini sukses membuatkan tangan robotik untuk seorang pasien yang lumpuh karena stroke (cek video di bawah). Tangan tersebut kemudian dihubungkan – dengan kabel – langsung ke bagian otak. Hasilnya? Saat gelombang otak mengirim pesan melalui sinyal elektrik ke tangan, maka tangan robot tersebut bisa bergerak sesuai keinginan pasien. Pertanyaan besarnya adalah: Apakah ini bentuk nyata dari kekuatan super telekinesis?

Rubrik
Brain Squeeze

Artikel sejenis