Pertanyaan yang Belum Bisa Dijawab oleh Sains

Keempat pertanyaan ini kerap muncul di kepala, dan hingga kini belum ada jawabannya. Kamu bisa bantu?
pertanyaan yang tidak bisa dijawab-insinyurx

Apakah kamu pernah mendengar tentang legenda “Black Death”? Ia terjadi di abad pertengahan, era di mana sains belum terbit ke permukaan. Saat itu, kota-kota di Eropa terhantui dengan banyaknya kematian misterius, kematian yang disebabkan munculnya tumor di tubuh manusia, juga bintik-bintik hitam yang tersebar di kulit. Saat itu, sudut-sudut jalanan di banyak kota Eropa kerap dipenuhi mayat-mayat tak terurus.

Yang lebih mengerikan adalah, tragedi tersebut pada akhirnya membuat manusia selalu bertengkar satu dengan yang lain: Orang tua tidak peduli pada anggota keluarga, suami tidak peduli kepada istri mereka, semua lantaran penyakit yang dianggap sebagai kutukan Tuhan.

Beberapa abad kemudian, tragedi itu barulah terjelaskan. Sains membuat para ilmuwan mengerti bahwa penyebab dari banyaknya kematian tersebut adalah wabah pes akibat kotornya lingkungan, sanitasi yang buruk, bakteri dan tikus. Selesai.

Tetapi berbeda dengan Black Death, ada beberapa fenomena yang hingga kini belum memiliki penjelasan memadai. Sains belum mampu menjawabnya, padahal hal-hal tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Apa saja? Simak yang ini.

#1 Mengapa kita bermimpi?

Ya, karena kita tidur. Gampang, ya? Tapi, sesungguhnya, jawaban itu muncul lantaran tak ada yang tahu pasti apa itu mimpi; dari mana datangnya, dari mana asalnya, apa pemicunya, dan seterusnya.

Terkait tidur, sejauh ini sains baru memiliki jawaban mengenai Rapid Eye Movement (REM). Menjelang tidur, seseorang akan memasuki mode REM, di mana mata akan menjadi sering berkedip dan tubuh berkedut sesaat. Dalam fase ini listrik di otak sangat aktif dan inilah saat di mana manusia mengalami mimpi.

Lantas mengapa kita bisa bermimpi? Apakah ini sebuah cara melepas stress? Apakah ini proses di mana tubuh mengalami perjalanan alam bawah sadar? Apakah ini momen di mana zat kimia bermetabolasi untuk menyimpan segala kejadian dalam aktivitas keseharian kita ke dalam memori? Tidak tahu juga. Tapi apapun itu, bermimpi bisa menjadi sangat menyenangkan. Jadi untuk saat ini, mari kita terima saja mimpi sebagai bunga tidur.

#2 Apa yang terjadi setelah kita meninggal?

Trilyunan manusia yang pernah hidup di bumi ini punya jawabannya. Sayangnya, mereka sudah tidak ada, dan tak ada yang tahu pasti mereka ke mana (apalagi cara berkomunikasi dengan mereka). Kemudian pertanyaan-pertanyaan pun bermuculan: Apakah ketika mati jiwa kita akan melayang dan masuk ke dalam kehidupan abadi? Apakah setelah kematian akan muncul malaikat yang membawa kita ke surga atau ada iblis yang akan menemani di neraka? Atau, akankah kita bereinkarnasi ke dalam tubuh seekor kucing atau kecoa? Dan sebagainya.

Yang jelas, apa yang telah diketahui para ilmuwan melalui sains adalah seperti ini: Ketika manusia mati, sel tubuh turut mati satu persatu, dan jantung serta otak mulai mematikan fungsinya. Tapi apa yang terjadi setelah otak tidak berfungsi masih jadi misteri.

Banyak orang yang mengalami mati suri pernah menceritakan pengalaman surgawi yang mereka rasakan, tetapi ilmuwan akan membantah bahwa hal tersebut umumnya terjadi karena otak kekurangan oksigen, atau karena melimpahnya partikel kimiawi di otak yang menyebabkan halusinasi.

#3 Dari mana datangnya kesadaran?

Saat kita bangun dari tidur dan saat mata kita membuka, saat itulah manusia memulai kesadaran. Sadar dengan situasi kamar dan sadar apa yang harus kita lakukan hari itu. Melalui sains, ilmuwan bisa mengerti bahwa otak layaknya pusat komputer bagi tubuh. Otak adalah organ tubuh yang mampu mengatur segala aktivitas motorik dan memori, tempat di mana saraf saling terhubung dan membentuk aktifitas kesadaran.

Tetapi otak bukanlah pikiran. Segala aktifitas elektrik dari otak tidak bisa menjelaskan bagaimana manusia bisa berpikir dengan kesadaran. Banyak agama di dunia mengatakan bahwa kesadaran adalah hadiah dari Tuhan, dan ialah yang memandu kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bagaimana menurut kamu?

#4 Sebenarnya, seberapa banyak jumlah spesies di bumi?

Jika kamu berpikir “Ah, sepertinya saya pernah mendengar jawabannya”, maka kamu adalah bagian dari orang-orang sotoy. Faktanya, hingga saat ini para ilmuwan masih belum bisa menetapkan berapa jumlah pasti dari hewan-hewan yang ada di muka bumi ini.

Sampai saat ini, para peneliti masih selalu menemukan spesies baru di berbagai penjuru dunia, di pelosok-pelosok hutan Amazon, atau di bawah laut terdalam di samudera Hindia. Kamu sendiri pasti akan tercengang dengan banyaknya jenis binatang dan serangga yang masih belum bisa disebut jenis dan namanya oleh para ilmuwan. Ahli biologi mengatakan ada sekitar 1,5 juta jenis spesies di Bumi ini, dan itu hanya setara 15 persen. Jadi, 85 persen lainnya masih membutuhkan penjelasan ilmiah. Aduh…

Rubrik
Brain Squeeze

Artikel sejenis