Mau Sampai Kapan Sulit Air Bersih, Bray…

Indonesia adalah negara yang dikelilingi laut. Itulah kenapa kita jadi sedih pas ada saudara-sadaura kita yang kesulitan air bersih.
09112016-sampaikapansulitairbersih-insinyurx-febyelsadiora

 

Coba, deh, jalan-jalan ke Pulau Weh di Aceh. Kamu bakal melongo melihat indahnya pemandangan laut dan hijaunya pegunungan. Tapi mungkin juga kamu menangis setelah tahu bahwa, di Pulau Weh, air bersih masih dijatah.

Ini sungguhan. Sistem jatah air di Pulau Weh dilakukan sebagai upaya pemerataan penyaluran air bersih di wilayah itu. Daerah Sabang sendiri memang bertopografi perbukitan, dan karenanya, tak semua orang bisa mendapat akses air dengan mudah. Akhirnya, sebuah sistem diperlukan. Tetapi Pulau Weh tidak sendirian. Masalah yang sama terjadi di berbagai daerah lain di negara kita, termasuk… Jakarta!

Nah, untuk mengatasi kesulitan air bersih itu, Kementerian Pekerjaan Umum telah mencoba membuat program yang memanfaatkan teknologi pengolahan air bersih, pada medio 2012 lalu. Teknologi itu diklaim dapat memercepat peningkatan akses sanitasi dan mengatasi kelangkaan air, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Seperti apa teknologinya? Nah, ini dia.

Teknologi pertama adalah instalasi pengolahan air limbah Grey Water Bio Rotasi. Yang satu ini sebenarnya bisa kamu bikin sendiri di rumah. Caranya, tinggal membuat sistem bio filter (penyaringan) dan taman sanitasi, dengan resirkulasi yang ujung-ujungnya bisa mengolah air limbah rumah tangga untuk digunakan kembali.

Teknologi kedua, mendaur ulang air limbah menjadi air bersih. Teknologi ini cocok digunakan di rumah susun, serta bermanfaat untuk menyaring air limbah sehingga tidak mencemari jika kelak dibuang ke sungai. Kelemahan dari teknologi ini adalah ia membutuhkan ruang yang besar.

Selain teknologi untuk menghasilkan air bersih, kita juga sudah punya teknologi untuk memproduksi air siap minum yang dinamakan Merotek dan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Mobile. Merotek menggunakan sistem membran ultrafiltrasi airlift dan membran reverse osmosis tekanan rendah. Sedangkan IPA Mobile dibuat lebih kompak dengan menggunakan teknologi yang sama dengan Merotek, sehingga cocok digunakan di daerah rawan air baku atau daerah bencana.

Selain ketiga teknologi di atas, Indonesia punya potensi lain, lho. Namanya desalinasi air laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki sumber daya air laut yang besar untuk diolah menjadi air bersih atau air minum. Teknologi desalinasi air, secara umum, akan melalui empat tahapan: pengambilan air laut, pengolahan awal, proses pemisahan garam, dan pengolahan akhir.

Metodenya? Pengambilan air laut biasa dilakukan dengan memasang pipa yang menjorok beberapa kilometer dari pantai, demi kualitas air laut yang baik. Ia juga dilakukan dengan kecepatan rendah, supaya biota laut nggak ikut-ikutan masuk.

Setelah itu, dimulailah pengolahan awal yang membersihkan air laut dari bahan ‘pengotor’, seperti molekul makro dan mikro. Kemudian, dilakukan proses penyisihan garam, yang mana bisa memakai metode berbasis panas atau berbasis membran. Penambahan mineralpun dilakukan pada tahap pengolahan akhir, agar produk air bersih yang dihasilkan juga memiliki kualitas air minum.

Teknologi desalinasi air laut ini memang masih dikembangkan. Singapura telah melakukannya lebih dulu. Jadi, besok-besok, kalau main ke Singapura, jangan cuma party, ya! Sesekali, coba tengok teknologi air mereka yang bisa kita adaptasi. Sekarang sudah penghujung 2016. Mau sampai kapan sulit air bersih, Bray…

 

Rubrik
Brain Squeeze

Artikel sejenis