Rahasia Kekuatan Bahan Kevlar

Tanpa adanya bahan kevlar, tentu sudah tak terhitung seberapa banyak nyawa yang melayang diterjang peluru
09112016-rahasiakekuatanbahankevlar-insinyurx-febyelsadiora

Di film-film, kamu tentu pernah melihat adegan di mana seorang polisi selamat dari terjangan peluru berkat kekuatan bahan kevlar atau rompi anti peluru. Dan sesungguhnya itu bukan cerita asal-asalan.

Ceritanya, pada Juli lalu, seorang laki-laki yang merasa dirinya seorang Juru Selamat menerobos masuk ke dalam sebuah klub berbekal senapan mesin. Di dalam, ia membiarkan senapan itu menyalak-nyalak memuntahkan peluru. Hasilnya lumayan gila: 49 tewas, 53 luka-luka.

Pada malam nahas itu, pihak kepolisian Orlando terpaksa merangsek masuk demi menghentikan kegilaan sang maniak. Salah satu petugas tertembak, namun berhasil lolos dari maut karena dia menggunakan rompi anti peluru berbahan kevlar.

Kevlar sendiri sebenarnya sudah dipakai sejak lama oleh para polisi dan tentara. Dan pada banyak kasus, telah banyak menyelamatkan nyawa mereka. Kevlar diciptakan pada 1965 oleh seorang ilmuwan bernama Stephanie Louise Kwolek, yang waktu itu bekerja untuk perusahaan pengembang alat militer Du Pont.

Menurut Richard Sachleben, ahli kimia yang tergabung dalam American Chemical Society, “Pada dasarnya yang disebut kevlar adalah sebuah bahan baku yang terbuat dari plastik, yang memiliki kemampuan bertahan tingkat tinggi.”

Perkembangan teknologi telah memungkinkan membuat kevlar yang lebih ringan dan elastis, namun dengan ketahanan lima kali lebih kuat dari besi. Bahan itu lantas diberi tambahan polimer sintesis, yang memberi efek meningkatkan keterikatan antar molekulnya. Peningkatan itulah yang membuat kevlar mampu menahan benturan dan laju peluru.

“Ketika sebuah peluru menghempas ke dalam kevlar, maka jaringan molekul yang terdapat dalam bahan baku plastik polimer akan membuat reaksi berantai, menyerap daya laju dari peluru dan menyebarkan energinya ke seluruh jaringan, guna meredam dan menahan peluru itu agar tidak melakukan penetrasi lebih dalam,” lanjut Richard. Bingung? Bayangkan saja jaring pada gawang sepak bola yang menahan laju bola.

Berkat kemampuannya yang luas biasa itu, kini kevlar tak hanya dipakai dalam rompi anti peluru, melainkan pada material helm, jalan raya, serat fiber, baju luar angkasa, hingga baju para penerbang. Apalagi, perkembangan teknologi telah memungkinkan membuat kevlar yang lebih ringan dan elastis, namun dengan ketahanan lima kali lebih kuat dari besi. Jadi, tak mengherankan bukan jika kevlar menjadi bahan favorit para penumpas kejahatan?

Oh, iya, kembali ke cerita. Sang maniak yang memberondong membabi-buta di klub itu akhirnya juga tewas setelah diterjang peluru panas petugas kepolisian Orlando. Kalau dia pakai memanfaatkan kekuatan bahan kevlar, mungkin ceritanya bisa jadi berbeda.

Rubrik
Brain SqueezePilihan Editor

Artikel sejenis

  • Print

    Mesir Punya Senjata Alien

    Sudah nonton The Gods of Egypt? Dalam film ini, banyak adegan pertarungan yang melibatkan senjata aneh tapi luar biasa. Siapa sangka, sejak lama Mesir punya senjata alien....