Bahaya dari Kacamata Hitam Cengdem

Banyak orang berpikir bahwa satu-satunya fungsi kacamata hitam adalah untuk bikin adem penglihatan. Ini keliru!
BahayaKacamataCengdem

Musim panas sudah menjelang. Ini adalah waktunya orang-orang mulai sit-up untuk mengecilkan perut, beli baju renang warna terang, beli kemeja pantai, dan tentu saja… berburu kacamata hitam dengan model paling kewl!

Satu hal soal kacamata hitam alias sunglasses, banyak orang masih melakukan kekeliruan saat melakukan pembelian. Mereka hanya berpatok pada desain modelnya saja, lalu pada harganya (banyak orang memilih yang murahan alias cengdem aka seceng adem). Padahal, hal terpenting dari sebuah kacamata hitam sebetulnya justru pada lensa.

Saat membeli kacamata hitam, kamu mesti memastikan bahwa lensa dari kacamata itu memiliki UV protection. Yang serius, ya, bukan yang abal-abal. Mengapa? Karena feature inilah yang sesungguhnya melindungi mata kamu (bukan karena warnanya yang gelap!). Warna gelap saja tidak menjamin bahwa ia bisa mereduksi sinar UV yang masuk ke mata. Dan jika dibiarkan, itu bisa berbahaya.

Sinar ultra violet dapat merusak mata manusia. Ia bisa membakar kornea, atau dalam jangka panjang, menyebabkan katarak atau mempercepat penyakit degenerasi lainnya.

Sebuah kacamata dengan UV protection yang baik bisa membantu menurunkan faktor risiko tersebut. Menurut para dokter, sebaiknya kamu membeli kacamata yang mampu menghalau minimal 98% sinar ultraviolet. Sekilas soal persentase ini: Amerika Serikat menggunakan sistem persentase untuk tolak ukur kekuatan proteksi lensa. Sementara di Eropa, mereka menggunakan angka “3” untuk proteksi penuh, dan “2” untuk menengah.

Tapi kemudian bagaimana kita bisa tahu bahwa kacamata yang hendak kita beli adalah yang bermutu? Nah, sialnya, belum ada aturan yang mengharuskan produsen kacamata hitam untuk melakukan sertifikasi atau melabeli produknya dengan penjelasan seputar fitur UV protection mereka. Sebaliknya, label “UV Protection” malah banyak dijadikan iming-iming bagi banyak produsen kacamata cengdem. Jangan sampai tertipu, ya! Ingatlah selalu bahwa “ada harga ada kualitas”.  Sadarilah bahwa kacamata hitam yang sangat, sangat, sangat murah tidak mungkin menyediakan proteksi terhadap sinar UV (biaya produksi pasti lebih tinggi).

Menurut Donald D’Amico, dokter mata dari New York-Presbyterian Hospital, kepada LiveScience, cara paling minimal adalah dengan melihat merek kacamata hitam tersebut. Apakah mereknya terpercaya, punya pengalaman dan sejarah yang baik, dan jujur terhadap konsumen mereka? Jika jawabannya tidak, maka jangan membeli dari mereka.

Atau, setidaknya kamu juga bisa mencoba tip dari Howstuffwork berikut. Sebelum membeli, cobalah kacamata hitam dan pertanyakan beberapa hal ini: Apakah ia sudah cukup melindungi mata kamu dari cahaya yang intens? Bagaimana terhadap pendar cahaya pantulan, dari cermin atau air, misalnya. Lalu, apakah ada buram atau perubahan warna saat kamu melihat obyek?

Nah, jika kamu sudah merasa puas dan yakin, silakan bawa ke kasir dan bayar. Ingat, ya… bayar, bukan kasbon.

Rubrik
Aha!

Artikel sejenis