Tren minum air gula di kalangan anak muda. Waspadalah!

Ada gula ada semut. Tapi kalau kebanyakan air gula, ujungnya adalah penumpukan penyakit.
air gula-insinyur x

Yup. Air gula yang dimaksud di sini bukanlah air tebu yang sering di jual abang-abang depan sekolah, melainkan minuman dengan kadar gula sangat tinggi, yang banyak ditemui dalam bentuk kopi dan teh.

Populernya air gula sendiri bukanlah merupakan hal yang baru. Meski demikian, sebagian besar dari peminum air gula tidak sadar akan banyaknya kandungan gula dalam minuman tersebut. Plus, banyak produsen memang dengan sengaja menyamarkan keberadaan gula dengan beragam istilah lain. Kampret, memang.

 

Di sekolah, pembahasan terkait gula biasanya cuma yang bagus-bagusnya saja. Sementara, dampak kelebihan gula tak banyak dibahas. Padahal, kebanyakan gula dapat menyebabkan beragam penyakit, seperti diabetes atau gagal ginjal. Atau seringan-ringannya, bikin obesitas atau gigi bolong. 

Itu sebabnya, kini kamu mesti mulai memeperhatikan konsumsi gula dalam minuman dan makanan sehari-hari. Bagi kaum adam, disarankan untuk tidak mengkonsumsi gula lebih dari 40 gram per hari. Untuk para cewek takarannya lebih sedikit, yaitu tak lebih dari 25 gram per hari (cek info lengkapnya di sini).

Dalam konteks minuman kemasan, sebaiknya kamu mulai lebih teliti dalam memilih. Sebagai bocoran, satu gelas green tea latte di Starbucks (ukuran 355 ml) mengandung 10 sendok teh gula (sekitar 40 gram). Artinya, minuman yang kerap tiba-tiba habis di tengah obrolan itu sebetulnya sudah mengandung gula yang lebih dari cukup untuk satu hari. Nah, buat yang suka minuman soda, kamu sama saja tidak beruntungnya! Kandungan gula dari minuman berkarbonasi ini hampir sama dengan green tea latte. Jadi, waspadalah!

Rubrik
Aha!

Artikel sejenis