Ternyata Lumba-Lumba Juga Doyan Teler

Seperti tidak mau kalah dengan preman pasar, ternyata lumba-lumba remaja juga doyan teler.
lumba-lumba doyan teler-insinyur x

Semua orang mencintai lumba-lumba. Mereka mamalia yang pintar, lucu, dan di banyak film-film populer, suka menolong dan menghibur orang. Tetapi siapa sangka mereka juga suka mabuk-mabukan.

Tentu saja, mabuknya lumba-lumba tidak dengan narkoba atau alkohol. Mereka punya cara yang justru lebih kreatif. Sebuah film dokumenter karya John Downer mengungkapkan bahwa lumba-lumba – terutama yang masih remaja – doyan mabuk dengan cara mengkonsumsi ikan buntal. Dan uniknya lagi, sama seperti kebanyakan manusia yang lagi mabuk, para lumba-lumba senang berbagi bersama teman-teman terdekat. Tetapi apa yang membuat ikan buntal bikin mabuk?

Senjata ikan buntal, yaitu racun yang melemahkan sistem saraf, justru merupakan zat yang dimanfaatkan sebagai ‘narkoba’ oleh lumba-lumba muda. Zat tersebut bernama tetrodotoxin. Dalam dosis besar, ini bisa menyebabkan kematian. Namun dalam skala kecil, racun ini dapat memberikan efek teler pada lumba-lumba.

Pada diri manusia, efeknya bisa berbeda. Keracunan tetrodotoxin dalam dosis yang tidak mematikan, seperti yang banyak terjadi karena proses memasak ikan fugu secara tidak sempurna, dapat mengakibatkan mati rasa di bibir dan lidah, atau kelumpuhan yang bertahan sampai seminggu.

Secara ilmiah, sebenarnya belum dapat dibuktikan apakah para lumba-lumba remaja ini benar-benar teler. Yang jelas, terjadi perubahan perilaku seperti berenang terbalik dan dengan mata tertutup. Namun, bisa jadi juga penyebab perubahan perilaku itu didorong oleh social pressure. Jadi, banyak yang cuma pura-pura mabuk. Persis dengan di dunia manusia.

Sebaiknya, perilaku para lumba-lumba muda ini tidak kamu tiru. Saat sadar saja, berenang di laut sudah memiliki risiko. Apalagi berenang sambil teler!

Rubrik
Aha!

Artikel sejenis